Art Original
JIKA KITA TAK PERNAH JATUH CINTA
Jika kita tak pernah jatuh cinta, kita tidak akan bisa mendapatkan pelajaran yang banyak dari pengalaman kita di masa lalu. Bagaimana kita dapat belajar dari cinta, agar bisa tetap kuat meskipun hati terserak.
Kita tak akan bisa menjadi seorang yang tangguh. Jika kita tak pernah jatuh cinta, apa mungkin kita bisa lebih menghargai diri kita sendiri, karena kita melepaskan dia yang selalu menyakiti hati?
Jika kita tak pernah jatuh cinta, apakah kita pernah merasa betapa berharganya waktu yang kita habiskan bersama dengan seseorang yang kita cinta?
Terkadang, cinta memang rumit dan bisa membuatmu merasa sakit. Namun, bisa juga membuat kamu merasa bahagia dan terus tersenyum tidak ada habisnya. Cinta adalah keduanya. Saling bersimpangan, tetapi pasti akan kita rasakan.
Kisah seorang gadis dan calon jodohnya. Ada seorang gadis yang mengagumi seorang lelaki yang bersuara merdu, rajin shalat lima waktu, selalu mengingatkan orang di sekitarnya untuk berbuat baik, seorang lelaki idaman para wanita.
Setiap hari, ia membayangkan bagaimana rasanya jika ia menjadi pendamping hidup lelaki tersebut. Ia pasti merasa bahagia dapat menikah dengan lelaki idaman para wanita. Ia merasa senang ketika membayangkan dirinya menjadi seorang istri yang taat, bagi seorang suami yang taat. Namun, begitu ironis, karena ia bahkan tidak pernah belajar menjadi anak yang taat bagi orang tuanya.
Ada seorang gadis lain, yang membayangkan jodohnya. Ia membuat beberapa daftar kriteria jodoh yang lebih baik dibanding lelaki idaman gadis pertama. Tidak muluk-muluk permintaannya, dia hanya ingin lelaki terbaik baginya.
Ketika membaca kriteria tersebut, ia pun berkata kepada dirinya sendiri bahwa ia ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik, agar bisa mendapatkan jodoh yang baik. Keputusan untuk mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik adalah hal yang baik dan benar.
Namun, alasan gadis itu berubah nampaknya alasan yang salah. Jangan sampai kamu berubah hanya karena cinta dan laki-laki. Tanyakan kepada dirimu sendiri, apakah laki-laki itu adalah tujuan hidupmu hingga akhir masa kehidupanmu nanti?
Kisah seorang gadis yang diberikan harapan. Gadis itu merasa insecure karena seluruh temannya sudah memiliki pasangan. Ia selalu bertanya kapan saatnya ia dapat mencintai dan merasa dicintai? Hingga tiba pada suatu saat, lelaki biasa yang merupakan teman sekelasnya itu nampak berbeda.
Ia suka mencuri-curi untuk memandangimu ketika kamu sedang tidak menyadarinya, atau begitu menurutnya. Kamu mulai merasakan bahwa ia memandangmu secara spesial. Kamu juga sering bertukar pesan ketika kalian tidak bertemu.
Percakapan terus bergulir, dari membahas tentang sekolah, hingga membahas kehidupan pribadi. Kamu mulai nyaman bertukar pikiran dengan lelaki itu, dan pada akhirnya menceritakan kehidupan pribadimu.
Percakapan itu bagaikan pusaran di tengah laut. Kamu mulanya akan berlayar mengarungi percakapan itu dengan perasaan senang, nyaman, seperti sedang berlayar di laut yang tenang dan indah. Namun, kamu tidak sadar bahwa terdapat pusaran yang menarikmu menjauh dari daratan.
Pusaran itu adalah pusaran yang hebat dan berbahaya. Banyak orang yang menyebutnya sebagai jatuh cinta. Terdengar sebagai sesuatu yang indah, tetapi kenyataannya adalah sebaliknya.
Dia yang selalu antusias membalas pesanmu, tampak tidak antusias ketika melihatmu secara langsung. Bagaikan orang yang berbeda di dunia maya dan dunia nyata. Perahumu ternyata telah mencapai pusaran berbahaya itu.
Kamu sudah sangat jauh dari daratan, ombak semakin membesar, terdapat lubang kecil dalam perahumu, air laut mulai masuk menggenangi perahumu. Hatimu gundah, dadamu terasa sakit, kamu merasa bimbang, apakah kamu harus menghentikan pelayaran ini?
Jatuh cinta yang paling indah terjadi jika kamu jatuh cinta secara diam-diam. Sebab, dari awal kamu sudah mengetahui bahwa kamu tidak akan mengungkapkannya. Baginya, kamu bukan lah siapa-siapa, tapi kamu sudah tahu, bahwa ini hanya tentang dirimu dan cintamu saja.
Sejak awal kamu sudah melakukan persiapan untuk merasakan sakitnya, ketika ia yang kamu cintai, mencintai orang lain. Namun, tak bisa dipungkiri, ketika melihat mereka bersama saling mencintai, kamu akan merasa menyesal karena tidak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaanmu.
Tiba lah pada saatnya kamu memiliki keberanian untuk menyatakan bahwa kamu mencintainya, dan pada akhirnya ternyata cintamu ini berbalas. Kalian saling mencintai, kamu membuka dan memberikan hatimu secara menyeluruh kepadanya.
Namun, saat itu rupanya kalian masih belum dewasa, belum memahami arti sesungguhnya dari cinta dan komitmen, serta konsekuensinya. Tiba pada akhirnya kalian saling menyakiti, bertengkar layaknya seorang musuh yang saling membenci, padahal kalian saling mencintai. Pada akhirnya, kalian akan menyatakan untuk berpisah, menyudahi hubungan itu.
Kelebihan Buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
Alvi Syahrin menuliskan buku Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta dengan menempatkan diri sebagai ‘sahabat’ para pembaca. Alvi menuliskan kisah pendek yang relevan dengan kisah cinta umum yang dialami masyarakat. Alvi melalui buku ini memberikan sudut pandang baru dan sedikit teguran untuk mengingatkan kita untuk tidak memandang cinta secara sempit.
Tidak tersedia versi lain