PERPUSTAKAAN SMAN TARUNA NALA JAWA TIMUR

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of JIKA KITA TAK PERNAH JADI APA-APA
Penanda Bagikan

Art Original

JIKA KITA TAK PERNAH JADI APA-APA

ALVI SYAHRIN - Nama Orang;

Terdapat sejumlah 45 cerita pendek untuk kalian yang khawatir tentang masa depan. Berikut beberapa contohnya.

Cerita pertama, standar kesuksesan. “Kalau kamu mau sukses, jadi dokter saja”, begitu kata kebanyakan orang. Alasannya, dokter adalah pekerjaan yang mulia, kamu bisa menolong orang lain, selain itu penghasilannya juga terbilang besar. Ada juga yang bilang, jika kamu mau sukses, jadi PNS aja, hidupmu dijamin akan aman sampai kamu tua dan pensiun nanti. Ada yang bilang juga, jika kamu mau sukses, mending jadi pengusaha. Kamu akan punya penghasilan yang sangat besar, dengan banyak waktu luang. Namun, itu semua adalah makna kesuksesan berdasarkan kacamata orang lain. Apakah kamu pernah berpikir, apa arti kesuksesan bagi dirimu sendiri? Bagaimana standar kesuksesan yang dirimu sendiri tetapkan?

Apakah kamu dapat dibilang sukses ketika memiliki pekerjaan yang dianggap hebat oleh banyak orang? Apakah kamu dapat dibilang sukses ketika kamu memiliki banyak uang? Kedua hal itu nampaknya hanya standar kesuksesan umum yang dimiliki mayoritas orang.

Cerita kedua, ketika seseorang gagal untuk melanjutkan studi perguruan tinggi di universitas impiannya, Universitas Negeri. Bukan gagal di percobaan pertama, melainkan gagal setelah dua kali berusaha.

Pada akhirnya, hidup harus terus berjalan. Masuklah ke universitas swasta dan penuhi tanggung jawab dengan belajar secara rajin dan sungguh-sungguh. Setelah mulai menekuninya, ternyata terdapat jalan lain yang peluangnya lebih baik dan menjanjikan.

Jalan ini mungkin dapat membawa ia untuk mewujudkan sejumlah mimpinya dan akhirnya mendapat kebahagiaan. Dari kejadian ini, kita dapat melihat bahwa kehidupan seseorang telah diatur sedemikian rupa oleh Tuhan, dengan cara yang terbaik, dan dalam waktu yang terbaik. Dibalik segala hal yang terjadi, terdapat nilai atau hikmah yang dapat dipelajari.

Cerita ketiga, ketika realita tidak sesuai dengan ekspektasi. Di dunia kuliah, pasti banyak di antara kita yang merasa bahwa kita salah jurusan. Tidak jarang ditemukan juga pada akhirnya mahasiswa tersebut pindah jurusan, tapi setelah itu tetap merasa salah jurusan.

Mereka yang dapat pindah jurusan berulang kali mungkin mempunyai latar belakang kondisi ekonomi yang cukup baik atau kemampuan otak yang unggul. Namun, tidak semua orang memiliki keberuntungan seperti itu.

Jadi, yang bisa kamu lakukan adalah hadapi yang ada di depanmu, tekuni hal itu, anggap itu sebagai tantangan yang dapat membuat dirimu berkembang menjadi lebih baik. Namun, perlu diingat untuk tidak meninggalkan bidang-bidang yang memang kamu minati dan dapat membuatmu bahagia.

Sebab, kita tidak akan pernah mengetahui kesuksesan datang dari mana. Mungkin kesuksesan akan datang dari bidang yang kamu ambil ketika kuliah, mungkin juga datang dari bidang yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kuliahmu. Penting untuk kamu dapat bersyukur atas segala yang sudah ada di hadapanmu dengan kepercayaan bahwa itu adalah jalan yang telah ditetapkan bagimu, dan menekuninya.

Cerita keempat, anggapan seseorang mengenai hidup orang lain. Seringkali kita mendapatkan dari penglihatan kita, nampaknya hidup orang lain jauh lebih baik dibandingkan dengan hidup kita.

Namun, pernahkah kamu berpikir bahwa banyak orang lain juga yang memandang sebaliknya? Melihat bahwa kehidupan kita lebih baik dibanding kehidupan mereka. Jadi, selama ini kita saling berprasangka. Memang yang dimiliki orang lain akan selalu terlihat lebih baik.

Contohnya, ketika kita masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, pasti ada kalanya kita bosan dengan sekolah yang begitu saja aktivitasnya selama bertahun-tahun. Lalu, kita melihat bahwa mereka yang sudah menjadi mahasiswa terlihat hidupnya lebih bebas ketika kuliah.

Jadi, kita memiliki keinginan untuk cepat-cepat kuliah untuk mendapatkan kebebasan. Selain itu, kita dapat memilih bidang yang kita minati, tidak seperti sekolah yang menuntut untuk mempelajari seluruh bidang.

Namun, setelah tiba pada akhirnya kita merasakan sendiri hidup sebagai seorang mahasiswa, dengan tugas yang sangat banyak, teman-teman yang berjalan sendiri karena memiliki kesibukan masing-masing, kita baru sadar bahwa kehidupan kuliah tidak seindah yang kita lihat dulu.

Belum lagi, begitu beratnya tanggung jawab kita yang sudah memilih jurusan, tapi seiring dengan perjalanan belajar, kita merasa bahwa pilihan kita salah. Merasa salah jurusan. Jika sudah bertemu pada kondisi seperti itu, kita pasti merasa ingin cepat lulus saja.

Setelah akhirnya lulus, hidup juga tidak kemudian menjadi indah secara seketika. Ternyata, begitu susah untuk mencari pekerjaan. Ingin menjadi pengusaha, tapi realitanya tidak semudah kutipan motivasi yang sering kita dengar.

Setelah sudah mendapatkan kerja, kita terpaku oleh tanggung jawab, dikejar deadline, terkadang merasa gaji yang diberikan tidak sesuai dengan pekerjaan dan pengorbanan yang telah kita lakukan. Kejadian seperti ini nampaknya tidak ada habisnya dan akan terus terjadi.

Sampai, pada akhirnya mungkin ada di antara kita yang berpikir bahwa jalan keluar terbaik adalah meninggalkan kehidupan ini. Namun, kematian juga tidak pasti, tidak ada yang tahu bagaimana kehidupan setelah kematian.

Cerita kelima, apakah kuliah itu penting? Jika melihat dari sejumlah orang sukses di luar sana, misalnya Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook, Bill Gates sang pendiri Microsoft, dan Steve Jobs sang pendiri Apple, mereka semua drop out dari kuliah.

Namun, meski perjalanan kuliah mereka tidak berjalan lancar, mereka dapat meraih kesuksesan karena mereka rajin untuk belajar, melakukan eksperimen, dan berani mencoba lagi meski sudah gagal. Jadi, mereka tidak kuliah bukan berarti mereka berhenti belajar, melainkan sebaliknya, mereka tidak pernah berhenti belajar.

Kuliah sebenarnya bukan hanya sekedar memperdalam ilmu saja, dan belum tentu perjalanan karir kita akan seduai dengan bidang yang kita ambil ketika semasa kuliah. Namun, pelajaran yang paling berharga ketika masa kuliah didapat dari pengalaman sehari-hari ketika menjalankan kuliah.

Seperti bersosialisasi dengan banyak orang, berbicara dengan dosen, belajar negosiasi, belajar menerapkan tata krama yang baik, perjuangan ketika mengerjakan tugas harian atau tugas akhir, dan masih banyak lainnya.

Cerita keenam, aku hanya ingin membuat orang tuaku bangga kepadaku. Ada saatnya kita memiliki keinginan yang sekiranya terlalu muluk-muluk, dan pada saat itu, seringkali kita jadikan orang tua kita sebagai alasannya.

Kita seringkali berkata, “aku hanya ingin membuat orang tuaku bangga”. Namun, sesungguhnya bagi orang tua, hal itu hanya kebutuhan sekunder, atau bisa jadi tidak sama sekali. Sebab, orang tua kita hanya butuh seorang anak yang bisa mendengarkan mereka, menolong mereka, dan berbakti kepada mereka. Kebutuhan mereka sangat sederhana.


Ketersediaan
#
Belum memasukkan lokasi 297 ALV j
250200206
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
297 ALV j
Penerbit
JAKARTA SELATAN : GAGASMEDIA., 2023
Deskripsi Fisik
229 hlm; 13 x 19 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789797809485
Klasifikasi
290
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
PENGEMBANGAN DIRI
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN SMAN TARUNA NALA JAWA TIMUR
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur menggunakan aplikasi SLiMS (Senayan Library Management System). Untuk peserta didik dan anggota perpustakaan silahkan untuk login terlebih dahulu.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?